Jerman Sukses Melanjutkan Kutukan Piala Dunia

Jerman melanjutkan kutukan piala dunia ketika pasukan Der Panzer selaku jawara bertahan Piala Dunia 2014 gagal lolos ke babak knock-out (16 besar) Piala Dunia 2018.

Jerman gagal lolos

Kutukan Piala Dunia Italia Dan Spanyol

Kegagalan jawara bertahan lolos ini mencontoh jejak Italia dan Spanyol, jawara pada dua edisi terakhir Piala Dunia.

Italia yang menjadi jawara pada Piala Dunia 2006, finis di posisi paling buncit grup sebab hanya seri dua kali dan sekali keok pada 2010.

Baca juga tips berhenti bermain judi bola

Piala Dunia selanjutnya yaitu empat tahun berselang, giliran Spanyol bernasib serupa. Spanyol harus menelan pil pahit akibat kalah dua kali beruntun dari Belanda dan Cile membikin kemenangan atas Australia pada lomba pamungkas sia-sia.

Spanyol finis di posisi ketiga Grup B Piala Dunia 2010. Tetapi, nasib lebih nahas dialami Jerman pada 2018.

Kutukan Piala Dunia Berlanjut

Fans Jerman Menangis, Bandar Judi Sbobet Bahagia

Kekalahan timnas jerman untuk melaju ke babak selanjutnya tentu menyisakan tangis bagi segenap pendukung Der Panzer. Pensiunnya Philip Lahm, Miroslav Klose dan Bastian Schwensteiger mungkin adalah faktor utama gagalnya jerman meraih gelar juara piala dunia kedua kalinya.

Kegagalan itu disambut dengan tangisan yang mengucur deras oleh segenap fans Der Panzer yang hadir langsung di Rusia. Tidak hanya itu saja, banyak sekali penggemar Jerman yang memasang taruhan dan justru mengalami kekalahan. Menurut salah satu sumber, mereka memasang taruhan di www sbobet com online (ditulis www.sbobet.com). Kita lihat saja apakah kutukan Piala Dunia akan terulang selanjutnya di Qatar?

Jerman Melanjutkan Tradisi Kutukan Piala Dunia

Jerman yang digadang-gadang dapat menjadi jawara dua kali beruntun, sepatutnya tersisih semenjak dini. Tak lagi bagi Jerman, mereka terpaku di posisi juru kunci, sama seperti Italia pada 2010.

Secara dramatis, Jerman keok 0-2 dari Korea Selatan pada lomba terakhir Grup F di Kazan Ajang, Rabu (27/6/2018).

Kemenangan itu tambah dramatis sebab dua gol Korea Selatan tercipta pada masa tambahan.

Pada menit ke-4 Kim Young-gwon mencetak gol pertama. Gol itu juga diresmikan wasit Mark Geiger seusai memperhatikan tayangan Video Alat Tolong Wasit (VAR).

Ketinggalan satu gol, Jerman mencoba bermain ofensif malahan Manuel Neuer ikut serta maju menolong serangan. Alhasil, gawang Jerman bobol tiga menit berjeda oleh Son Heung-min.

Kekalahan 0-2 ini membikin Jerman berada di posisi juru kunci Grup F. Mereka keok selisih gol dari Korea Selatan.

Pemuncak grup ini yaitu Swedia yang menang 3-0 atas Meksiko. Dengan enam skor, Swedia unggul selisih gol atas Meksiko.

Bagi Jerman, ini yaitu kali kedua gagal melangkah dari babak pertama. Pada 1938, saat masih menerapkan metode gugur lantas, Jerman juga tersisih pada babak pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *